Rabu, 30 April 2008

Aplikasi Wireless dan Perkembangannya

Nirkabel, komunikasi masa depan.
Budi Rahardjo, Ir.,MSc.,PhD.
Kepala Bidang Operasi dan Pelayanan Teknologi Informasi (OPTI)
UPT Piksi ITB.

Harian Media Indonesia, edisi Millenia, 30 Desember 1999, hal. 44

Di suatu pertemuan, ketika pembicara sedang memberikan sambutannya..., teet, turalit, terdengar melodi handphone membuyarkan perhatian para pendengar. Pembicara kesal, ada yang tersenyum. Situasi seperti ini mulai umum dimana-mana. Di kantor, di rumah, di sekolah, di tempat umum, tua, muda menggunakan telepon selular yang di Indonesia lebih dikenal dengan istilah handphone. Andai saja ada orang yang dapat membuat alat untuk menghilangkan sinyal handphone di dalam ruang, tentu sangat bermanfaat.

Handphone memang telah merajalela di berbagai tempat di seluruh dunia. Tahun depan di Eropa akan ada lebih dari sepuluh (10) juta pengguna handphone ini. Sementara itu di Jepang sudah ada lima puluh (50) juta pengguna. Ini belum ditambah dengan pengguna di benua Amerika dan Asia, seperti di Indonesia dan Cina.

Penggunaan handphone ini pun sekarang tidak hanya terbatas pada percakapan suara (voice) saja, akan tetapi sudah digunakan untuk komunikasi data, seperti untuk mengakses Internet. Di Jepang saat ini sudah terdaftar tiga (3) juta peminat atau pengguna net phone. Dua tahun lagi, diramalkan angka 20 juta akan terlampaui. Di tahun 2005, pasar yang berhubungan dengan wireless Internet di Jepang akan mencapai US$ 130 milyar pertahunnya. Itu baru di Jepang. Pasar Eropa diramalkan sedikitnya tiga kali angka itu.

Suatu hal yang tidak biasa dalam hal ini, pasar handphone Amerika ketinggalan dibandingkan pasar Eropa. Mungkin hal ini disebabkan oleh banyaknya standar komunikasi wireless yang digunakan di Amerika. Sementara Eropa didominasi oleh standar GSM, yang juga mendominasi tempat lain mulai dari Afrika Selatan sampai ke Cina. Atau mungkin belum berkembangannya pasar handphone Amerika disebabkan oleh infrastruktur wired yang sudah demikian baiknya di Amerika sehingga kebutuhan komunikasi wireless tidak semendesak di tempat lain.

Untuk meminta sambungan telepon di Amerika tinggal datang ke kantor telepon dan meminta sambungan. Sampai di rumah, langsung kring. Sementara itu di Indonesia untuk memasang telepon di rumah dapat membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan tahunan. Jika kita membutuhkan telepon sesegera mungkin, maka handphone merupakan satu-satunya alternatif yang ada. Tinggal datang ke toko telepon, beli handphone dan kartu SIMnya, langsung kring. Hampir sama seperti di Amerika, hanya wireless. Lagi pula biaya berlangganan telepon di Amerika adakah flat rate. Mau dipakai 2 menit atau 24 jam, asal lokal, biayanya sama saja. Telepon umum juga ada dimana-mana. Jadi, kultur wired sudah tertanam.

Wireless membutuhkan investmen yang terasa malah. Meskipun demikian, pasar wireless Amerika diramalkan akan meledak juga dengan Internet sebagai aplikasi pemacu (flagship application).Cikal bakalnya sudah terlihat dengan banyaknya orang menggunakan Palm Pilot dan handphone untuk melakukan perdagangan stock.

Kepopuleran wireless
Komunikasi wireless sebetulnya ada dua jenis; stasioner dan bergerak (mobile). Contoh komunikasi wireless yang stasioner adalah komunikasi satelit, atau VSAT (yang banyak digunakan oleh bank). Komunikasi wireless bergerak merupakan topik yang menarik yang
menjadi fokus dari artikel ini.

Komunikasi wireless bergerak menjadi popular karena beberapa penyebab. Salah satu penyebabnya adalah infrastruktur kabel (wired) saat ini belum memadai di berbagai negara. Bahkan di beberapa tempat masih belum ada jaringan kabel telepon. Fakta ini justru dimanfaatkan untuk langsung meloncat ke komunikasi wireless tanpa perlu lewat fasa wired. Investasi langsung ke arah wireless. Kembali kita lihat bahwa Amerika keberatan beban wirednya.

Komunikasi wireless membelikan kenyamanan (convenience) dan kemudian. Dengan handphone seseorang dapat ditelepon dan menelepon dimana dan darimana saja dia berada. Paling tidak, ini teorinya. Hal ini penting bagi orang yang selalu bergerak dan sibuk. Bagi yang telah menggunakan handphone akan merasa tidak nyaman dan sulit melakukan kegiatan sehari-harinya tanpa handphone.

Harga handset handphone sudah terjangkau oleh sebagian besar orang, meskipun biaya air time masih relatif malah. Jangan harap biaya air time akan turun dalam waktu dekat, sebab jumlah pelanggan sekarang sudah melampaui kemampuan infrastruktur yang ada. Operator harus melakukan investasi yang tidak sedikit. Dengan lambatnya operator menambah kapasitas, maka kebutuhan (demand) yang tidak dapat dipenuhi ini menyebabkan naiknya harga simcard seperti yang kita alami saat ini.

Handset handphone semakin kecil ukurannya, makin ringan beratnya, dan makin banyak feature yang ada di dalamnya. Beberapa model handphone Nokia misalnya dilengkapi dengan permainan (games) yang menarik, bahkan menimbulkan kecanduan, seperti permainan
"snake". Karena banyaknya penggemar permainan snake ini, Nokia bahkan membuat dan memasang permainan ini di web sitenya. Bahkan membuat sayembara. Nama Indonesia pun muncul di daftar pemain yang mencapai high score.

Handphone pun telah menjadi asesoris tidak sekedar perangkat komunikasi saja. Perhatikan kotak (case) handphone yang dapat diganti-ganti dengan warna yang sesuai dengan pakaian yang digunakan, atau dengan logo klub sepak bola kesayangan anda, atau dengan gambar tokoh kartun. Bahkan antena handphone dapat digantikan dengan antena yang mengeluarkan cahaya yang berwarna biru atau merah ketika pengguna melakukan percakapan. Bisnis asesoris ini merupakan bisnis tersendiri yang menguntungkan. Mungkin ceritanya hampir sama dengan sepatu Nike yang berwarna-warni, dengan model yang bervariasi, yang tidak sekedar sepatu saja.

Aplikasi sekarang
Handphone sekarang sudah dilengkapi dengan berbagai aplikasi standar seperti answering machine, schedule book, memory bank untuk menyimpan daftar kontak (phone atau adress book). Dari segi penggunaan, handphone tidak hanya sekedar untuk pembicaraan suara (voice) tetapi juga sudah mencakup aplikasi messaging seperti melalui SMS. Pesan-pesan singkat, seperti contohnya hasil pemilu kemarin, dapat dikirimkan dengan mudah melalui SMS. Biaya penggunaan SMS pun termasuk murah. Sayangnya fasilitas SMS ini belum universal dan belum tersedia untuk setiap jenis servis / operator. Mengetikkan pesan SMS lewat handphone juga masih belum nyaman karena jumlah tombol yang terbatas.

Handphone dapat dihubungkan dengan komputer laptop atau notebook dengan kabel khusus sebagai pengganti telepon biasa untuk media penghubung ke Internet. Dengan cara ini anda dapat mengakses Internet, membaca dan atau mengirimkan email darimana saja. Hal ini sangat membantu ketika anda berada di ruang rapat di luar kota dan membutuhkan berkas-berkas yang tertinggal di kantor.

Model handphone yang lebih baru bahkan dapat langsung digunakan untuk mengakses Internet tanpa menggunakan komputer. Nokia communicator, misalnya dapat digunakan untuk mengakses email. Sayangnya harganya masih mahal dan ukurannya masih besar, aplikasinya masih terbatas, dan masih kurang nyaman digunakan karena terbatasnya layar. Masalah ini sedikit banyak dikurangi dengan adanya WAP (Wireless Application Protocol) dan dengan adanya perangkat baru dari berbagai vendor yang mendukung akses ke network.

Aplikasi Masa Depan
Aplikasi handphone yang dalam waktu dekat akan (dan sebagian sudah) diluncurkan adalah aplikasi yang berhubungan dengan Internet, electronic commerce. Ramalan cuaca (weather report), stock ticker, stock trading sudah dapat diakses via handphone. Aplikasi-aplikasi ini akan dibuat lebih mudah dan lebih powerful. Beberapa perusahaan pembuat aplikasi ini mulai bermunculkan, terutama di Eropa.
Seharusnya ini merupakan kesempatan (opportunity) bagi Indonesia karena ini dapat dilakukan oleh industri kecil menengah (IKM), software house, yang tidak membutuhkan investasi besar.
Sayangnya akan ada kesulitan karena industri ini membutuhkan akses teknis dari para produser pembuat handphone, sementara perwakilan perusahaan ini di Indonesia hanya menangani bisnis
atau sales saja. Harus ada terobosan baru agar muncul industri kecil, yang memiliki teknologi tinggi, dan memiliki potensi nilai ekonomi pengekspor. Dari mana mulainya? Untungnya lebih banyak potensi aplikasi baru yang dimungkinkan dengan adanya teknologi yang terbuka seperti WAP dan Bluetooth.

WAP
Wireless Applications Protocol merupakan spesifikasi terbuka (open specification) yang dibuat agar perangkat wireless lebih mudah mengakses informasi (dari Internet) dan dapat berinteraksi secara interaktif dan instant. Dengan adanya WAP, pengguna handphone dapat mengakses Internet dengan lebih mudah dan sesuai dengan keterbatasan yang dimiliki oleh handphone, seperti layar yang kecil, memory yang kecil, dan kecepatan akses yang lambat. Hal ini diimplementasikan via WAP dengan menggunakan WML (Wireless Markup Languange) yaitu bahasa yang mirip dengan HTML (Hypertext Markup Languange) yang digunakan untuk membuat homepage atau web site. Selain itu di sisi server dapat digunakan software yang memfilter hal-hal yang tidak penting atau tidak "bermanfaat" bagi handphone sehingga data-data yang dikirimkan ke perangkat wireless menjadi lebih sedikit dan sesuai dengan kecepatan akses yang lambat. WAP diramalkan akan populer.

Bluetooth
Bluetooth merupakan standar baru komunikasi wireless untuk suara dan data dengan menggunakan short-range radio link yang dapat dibuat murah dalam ukuran kecil. Dengan bluetooth banyak sambungan sambungan kabel yang dapat digantikan. Misalnya sambungan dari komputer ke printer, atau ke modem, atau bahkan ke handphone, dapat digantikan dengan bluetooth (wireless). Demikian pula hubungan earphone dengan handphone yang merupakan bagian dari handsfree set dapat dilakukan dengan Bluetooth. Dengan kata lain kabel-kabel yang bersliweran dapat dihilangkan dengan Bluetooth. Perangkat wireless juga dapat dihubungkan
dengan jaringan komputer via Bluetooth. Meskipun masih mudah, bluetooth sudah mendapat dukungan dari perusahaan raksasa seperti Ericsson, Siemens, Nokia, Intel, 3Com, Microsoft, dan lain lainnya. Saya mencium bau teknologi yang bakal populer.

3G
Sistem GSM yang mendominasi handphone di Indonesia, dan Eropa, dapat dikategorikan sebagai generasi kedua (2nd generation) mobile telephony. Generasi kedua ini memiliki kekurangan-kekurangan, dimana kecepatan transmisi data merupakan salah satu kelemahan utama. Batas kecepatan transmisi data ini menyebabkan aplikasi multimedia belum dapat diluncurkan di atas platform ini. Third generation mobile telephony dirancang untuk komunikasi wireless dengan kecepatan tinggi, yaitu 2 mega bit per detik. Dengan kecepatan seperti itu, maka komunikasi seperti video conferencing dapat dilakukan secara baik. Anda dapat mengirimkan gambar rumah yang akan anda beli kepada keluarga anda di rumah, atau menunjukkan komponen yang rusak di mobil anda kepada bengkel atau toko onderdil, atau menjukkan hasil analisa kesehatan kepada dokter spesialis yang kebetulan berada di tempat lain (atau bahkan di negara lain). Di Jepang, 3G ini akan diluncurkan segera dengan menggunakan teknologi wide band CDMA.

PERANGKAT WIRELESS LAINNYA
Implementasi komunikasi wireless tidak harus menggunakan handphone. Palm Pilot, sebuah PDA (Personal Digital Assitant), merupakan saingan terberat dari handphone. Dengan layar yang lebih lebar dan banyaknya aplikasi yang sudah tersedia, Palm Pilot nampaknya lebih mudah mendominasi aplikasi wireless Internet. Sebagai contoh, aplikasi penunjuk jalan yang diberikan oleh maps.yahoo.com sudah dapat diakses melalui Palm Pilot. Servis ini dapat menunjukkan peta dan arah jalan jika kita ingin menuju ke suatu tempat di daerah Silicon Valley.

Perangkat telepon wireless lainnya yang tidak kalah menakjubkannya adalah telepon satelit yang dapat kita gunakan dimana saja asal masih dalam daerah yang tercakup oleh satelit tersebut. Dengan kata lain telepon yang kita gunakan dapat mencakup regional. Meskipun secara teknis telepon satelit ini kelihatannya menarik, akan tetapi perusahaan yang menjalankan servis telepon satelit itu, seperti Iridium World Communications dan ICO Global Communications, bangkrut di bulan Agustus 1999.

Antisipasi, masalah, dan kesempatan
Lantas apa antisipasi kita dengan adanya teknologi-teknologi baru ini? Jangan-jangan, lagi-lagi, kita hanya menjadi pasar (konsumer) bagi para pemilik teknologi yang kita impor dengan harga yang cukup mahal. Ada beberapa masalah dalam komunikasi wireless. Pemilihan standar yang digunakan menjadi masalah tersendiri karena banyaknya teknologi yang tersedia. Perlu ada suatu standar Indonesia yang dikaji secara bersama oleh pemerintah, operator, pelaku bisnis, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian. Kalau perlu kita menetapkan standar sendiri karena pasar kita cukup besar sehingga kita memiliki bargaining power yang cukup besar. Selain itu hal ini dapat digunakan untuk mengangkat produsen dalam negeri untuk lebih dapat berkiprah. Akan tetapi tentunya kita tidak dapat terlalu jauh berbeda dengan negara lain karena hal ini dapat menimbulkan cost yang lebih tinggi. Jadi perlu adanya trade-off.

Spektrum frekuensi yang kita gunakan untuk komunikasi wireless merupakan suatu harta kekayaan yang tidak bisa kiat perbaharui (renew). Berbeda dengan komunikasi wired melalui fiber optic dimana kalau kekurangan dapat kita buat lagi. Toh bahannya "hanya" pasir. Untuk itu penggunaan spektrum frekuensi harus berhati-hati. Salah satu masalah yang ada adalah alokasi penggunaan spektrum frekuensi. Penggunaan spektrum frekuensi ini sering tumpang tindih.

Apakah ada kesempatan bagi Indonesia untuk berkecimpung di bidang komunikasi wireless selain menjadi operator? Ada. Hanya harus lebih jeli melihat,seperti potensi untuk industri software dan aplikasi wireless. Kita dapat mengembangkan hal yang sederhana seperti web site atau portal untuk WAP, sampai ke aplikasi e-commerce dari handset itu sendiri. Ini peluang yang harus kita tangkap dengan segera.

Tidak ada komentar: